Thursday, April 11, 2019

Pelaut

Aku selalu memimpikan untuk bekerja di Jakarta. 

Aku tidak tahu pasti kenapa menginginkan itu, tapi hati kecil ku selalu berkata "kita harus ke Jakarta".

Ini cukup unik mengingat aku lahir dan besar di Bandung. Tanah Parahyangan - "Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum" (Brouwer).

Tidak sedikit orang yang menginginkan lahir, belajar, kerja, dan tinggal di kota Bandung. Tapi itu tidak berlaku bagi aku.

Bagiku Bandung terlalu kecil, dalam satu haripun engkau bisa menjelajahi semua pelosok Bandung. Aku bukannya tidak bersyukur, namun aku merasakan adanya yang kurang di Paris Van Java itu.

Rasa haus akan kekurangan tadi mulai menemukan oase ketika memasuki bangku kuliah. Aku bertemu dengan teman-teman penjuru nusantara. Mereka tidak suku denganku. Mereka beragam.

Yah. Aku menemukan jawabannya. Aku ingin berpetulang. Keliling dunia.

Selain itu pengetahuan yang peroleh dari bangku kuliah agak susah untuk diamalkan di Bandung. 

Jakarta adalah pintunya dan dunia adalah arenanya. 

Yah, aku ingin menjelajahi dunia. 

Pikiran itu selalu terbayang dalam benakku. 

Menempati tempat asing. Bertemu dengan orang baru. Dan membentuk karakter diri yang telah telah lama terpatri.

Bandung memang adem, tenang, damai. Namun tidak ada pelaut handal yang tinggal di air dangkal dan tenang. Dia perlu badai. Dia perlu tantangan. Dia perlu pengalaman.

Dan Kawah Candradimuka-nya adalah Jakarta.

Di sini aku lebih mengenai diri. Mematangkan diri untuk berpikir atau bertindak. 

Aku rasakan jiwa ini berkembang ketika jauh dari rumah. Jauh dari kenyaman. Jauh dari ketenangan. Jauh dari kepastian. Seperti tanah liat yang dibentuk menjadi guci cantik.

Memang tidak selamanya manis. Kadang asam. Kadang pahit. Kadang tak berasa.

Tapi itulah kehidupan. Didalamnya tidak akan pernah sama, selalu berbeda dan disini aku merasakan perbedaannya. 

Selalu menyiapkan diri dalam menghadap badai yang akan datang atau tiba-tiba datang. Karena aku adalah pelaut kehidupan.





 

0 komentar:

Post a Comment