Saturday, May 15, 2021

Mimpi Malam

Sejenak kita dengar suara kematian, satu, dua, tiga hingga jumlah tak terbayang bertemu dengan yang tersayang.

Engkau bertanya kepada "dimana kita ?". Aku jawab "gurun". Matamu tersibak, mencerna kenyataan, mengangkal khayal.

Engkau terdiam. Menangis. Mengecup nafas yang masih terjamah. Mengelus bayang yang sirna.

Kau pun tarik lagi selimut itu dan kembali tidur dalam batas tabir.

---
arostokrat

0 komentar:

Post a Comment